Senin, 02 November 2009

Ust. Anis Matta Bicara Soal Uang 4

Coba kita lihat waktu pendapatan
kita berkurang yang kita lakukan itu adalah mereduksi dan mengurangi
kegiatan kita supaya kita menyesuaikan diri dengan pendapatan, seharusnya
ketika pendapatan kita berkurang bukan kegiatan yang kita reduksi tapi
yang kita lakukan adalah tetap memperbanyak kegiatan dan menambah
pendapatan. Jadi saya bayangkan kalau bapak di kasih umur 80 tahun, bapak
akan tinggal di kampung itu selama 25 tahun. Sekarang saya coba
menghayal-menghayal kira-kira jadwal hariannya seperti apa. Jam 3 insya
Allah dia akan bangun qiyamul lail sampai subuh dia sudah tidak tidur,
karena orang kalau sudah diatas 40 tahun kebutuhan tidurnya sebetulnya
cuma 2 jam, setelah subuh mungkin dia nanti wirid, setelah itu pagi,
mungkin aktivitas jalan pagi dan lainnya selesai jam 7.
Setelah itu dia mandi lalu sarapan dia baca koran. Katakanlah selesai jam
9 setelah itu dia sholat dhuha. Setelah itu tanda tanya karena tidak ada
kegiatan yang dia lakukan. Lalu masuk zhuhur sebelumnya dia punya waktu 3
jam, setelah itu dia makan siang setelah itu dia tidur siang, bangun
ketika ashar. Ashar sampai maghrib yang dia lakukan duduk-duduk diteras
minum kopi sambil memandang sawah. Sebelum maghrib dia mandi, setelah
maghrib dia makan malam sampai isya mungkin dia mengaji. Setelah sholat
isya melihat televisi sebentar setelah itu dia tidur lagi. Kita lihat
tidak ada waktunya yang produktif. Orang ini 25 tahun menunggu kematian.
Kematian itu tidak perlu ditunggu nanti dia akan datang sendiri kenapa
kita tunggu-tunggu dia.Kita lihat cara kita merencanakan hidup. Seharusnya
di usia seperti itulah kita bekerja makin giat karena jadwal kita makin
dekat. Kematian kita makin dekat bukan makin berserah tetapi begitulah
pikiran yang ada pada orang-orang miskin dan karakter yang ada pada
orang-orang miskin. Orang-orang ini tidak ulet, menghindari tantangan,
tidak ingin kerja keras. Karena itu rata-rata jadwal kerja orang miskin
itu di bawah 8 jam.
Sementara jadwal kerja orang kaya itu di atas 15 jam. Wajar kalau mereka
jadi kaya karena jam kerja mereka juga banyak.Keempat, 3 sebab yang
pertama inilah yang menyebabkan mengapa kemiskinan struktural yang
direncanakan oleh musuh Islam itu bisa berhasil karena memang kita bisa
dimiskinkan, Ada pemahaman agama yang salah, ada pendidikan yang salah,
ada karakter orang miskin, kemudian ada usaha sistematis untuk memiskinkan
kita. Jadilah kita umat yang miskin. Kita tinggal di atas semua sumber
daya alam yang begitu kaya, sementara kita hidup sebagai orang miskin.
Tidak ada alasan bagi kita untuk hidup sebagai orang miskin. Kita lihat di
seluruh dunia sekarang ini semua sumber daya alam yang terbaik itu ada di
dunia Islam. Minyak misalnya ada di dunia Islam, sekarang Cina, kita lihat
disana ada 130-an juta orang Islam yang berbatasan dengannya. Di wilayah
yang di kuasai oleh umat Islam itu terdapat riset minyak terbesar di Cina.
Jadi semua sumber daya energi itu, ada di kalangan umat Islam.Itu sebabnya
salah seorang pemikir Jerman mengungkapkan alasan bahwa Islam itu menjadi
musuh Barat, sebabnya karena: Pertama, umat Islam itu mempunyai aqidah dan
aqidah ini tidak bisa dirusak oleh penjajahan model apapun juga. Kedua,
populasinya terus bertambah sedangkan orang Barat populasinya terus
berkurang. Ketiga, karena mereka memiliki semua sumber daya yang
memungkinkan mereka mendirikan peradaban. Kita diberi laut di Indonesia
ini tapi tidak ada yang mengelolanya, otak kita tidak dialihkan ke sana.
Kita hidup di tengah kekayaan tetapi mati sebagai orang miskin. Ada usaha
untuk memiskinkan kita.
Kenapa usaha itu berhasil? Karena ada faktor-faktor di dalam diri kita
sendiri yang membuat itu berhasil dan inilah sebabnya mengapa perimbangan
kekuatan dalam kehidupan kita sekarang ini menjadi tidak imbang. Karena
kita bahkan tidak mau kaya. Kita bayangkan orang seperti Bill Gate punya
kekayaan lebih dari 500 Trilyun. Itu hampir sama dengan 1 tahun APBN
Indonesia. Orang seperti George Soros itu bisa memiskinkan 200 juta
penduduk Indonesia. Bagaimana itu bisa. Kalau kita baca George Soros itu,
'infaqnya' pekerjaan charitynya sudah lebih dari 5 Milyar Dollar.Kalau
masalah ini sedikit kita kembangkan menjadi semacam wawasan politik
ekonomi yang lebih luas, maka kita perlu memahami bahwa ada tiga panggung
terkait dengan ini. Panggung negara, panggung civil society dan panggung
pasar. Dari 3 panggung ini, pasarlah yang mempunyai mekanisme bekerja
paling efektif apabila dibandingkan mekanisme negara maupun mekanisme
civil society. Itu sebabnya dari sekarang negara itu mengalami reduksi
pada otoritas-otoritasny a disebabkan oleh tekanan pasar.
Kini kita bisa dimiskinkan hanya dengan menekan tombol-tombol elektronik.
Masukkan modal melalui komputer tarik lagi modalnya melalui komputer dan
kita semua miskin.PKS di masa yang akan datang tidak bisa mengendalikan
kehidupan ini semuanya kalau hanya berkuasa di negara tetapi tidak
menguasai pasar. Tidak mungkin. Sekarang ini kita akan menemukan secara
individu, banyak individu yang lebih kaya daripada negara. Oleh karena itu
gabungan dari beberapa individu justru dapat dengan mudah mengintervensi
negara dan memiskinkan negara. Kalau kita hanya masuk ke dewan, padahal
dewan itu hanyalah bagian kecil dalam panggung negara, masih ada eksekutif
masih ada yudikatif. Kita hanya punya sedikit di dewan itu, dan di dewan
itu masih sedikit pula. Kita lihat daerah kekuasaan kita, dakwah ini ke
depan hanya bisa menekan, menguasai, mengendalikan situasi kalau kita
punya orang yang terdistribusi secara merata, memimpin negara, memimpin
civil society, dan memimpin pasar. Baru kita akan digjaya sebagai sebuah
gerakan dakwah. Ketiga, bagaimana kita memulai membangun kehidupan
finansial kita.Pertama, perbaiki ide kita tentang uang. Ide itu adalah
wilayah kemungkinan, "space of possibility" .
Semua yang menjadi mungkin dalam ide kita pasti akan menjadi mungkin dalam
realita. Ide itu adalah tempat penciptaan pertama sedangkan realitas itu
adalah tempat penciptaan kedua. Jadi tidak ada realitas yang terjadi dalam
kehidupan kita tanpa sebelumnya tercipta pertama kali dalam ide-ide kita.
Sebelum pesawat terbang itu diciptakan yang pertama kali dahulu adalah ada
ide bagaimana manusia dapat terbang seperti burung. Jadi begitu sesuatu
jadi mungkin dalam ide kita, ia bisa menjadi mungkin dalam
kenyataan.Sekarang perbaikilah ide-ide kita tentang uang. Belajarlah untuk
mempunyai mimpi besar tentang uang. Belajarlah untuk membuat daftar
rencana, insya Allah ketika saya meninggal nanti saya ingin mewariskan
sekian banyak uang. Buatlah step ide ini luas. Karena kalau space of
possiblity kita ini luas maka space of reality kita jadi luas. Kalau kita
lihat mobil, belajarlah mempunyai selera yang bagus.Supaya ide-ide ini
tumbuh dengan baik kita perlu dari sekarang membaca sebuah buku tentang
uang. Bacalah buku-buku tentang uang, Saya sangat menganjurkan beberapa
buku di anlaranya The.Millionaire Mind, ada dua buku yang ditulis oleh
penulis yang sama karena ini adalah risetnya. Selanjutnya The Millionaire
Dead.
Ini adalah penelitian yang dilakukan terhadap cara berfikir orang-orang
kaya yang ada di Amerika, Kemudian buku One Minute Millionaire (Bagaimana
menjadi milliuner dalam 1 menit) dan ini juga punya website, kita bisa
masuk ke websitenya, mereka punya psikotest kalau kita ingin mengetahui
apakah kita punya talenta jadi orang kaya atau tidak. Alamat websitenya
www.oneminutemillio naire.com. Buku yang ketiga, adalah semua buku Robert
T Kiyosaki. Yang ke-4 ini buku lama tapi termasuk buku-buku awal yang
dibaca orang tentang uang yaitu buku yang ditulis oleh Napoleon Hill,
Think and Grow Rich, Berfikir dan Menjadi Kaya. Buku terakhir ini adalah
buku yang sangat lama karena diterbitkan pada tahun 80- an dan ditulis
tahun 70-an, tapi menurut saya rasa masih sangat relevan untuk dibaca. Ini
buku-buku dasar semuanya bagi pemula. Dan saya rasa penting juga untuk
mendapatkan landasan syar'i yang bagus tentang hal ini apabila kita baca
juga buku yang ditulis oleh Syeikh Yusuf Qordlowi tentang nilai-nilai
moral dalam ekonomi Islam.Perbaiki dahulu ide kita tentang uang, perbaiki
tsaqafah tentang uang dan mulailah mempunyai mimpi besar untuk menjadi
orang kaya, supaya kita insya Allah naik derajatnya dari amil zakat
menjadi muzakki.
Supaya kita datang kepada orang jangan lagi bawa proposal tapi lain kali
orang datang bawa pro-posal, itu yang benar. Sering-seringlah datang ke
tempat-tempat mewah, jalan-jalan saja untuk memperbaiki selera.Saya punya
1 halaqah yang terdiri dan anak-anak LIPIA, Mereka datangnya dari kampung,
dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka ini membawa background, di
backmindnya itu ada psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi
menjadi orang kaya. Saya tanya kamu nanti setelah selesai dari LIPIA mau
kemana? Mereka bilang Insya Allah kita mau pulang ke kampung mengajar di
Ma'had, mengajar Bahasa Arab, Suatu hari saya ajak mereka, hari ini tidak
ada liqa', tapi saya tunggu kalian di Hotel Mulia. Saya ada di suatu
tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh mereka berdiri saja di
lobby. Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang pakai ransel,
diperiksa lama oleh security. Karena penampilannya sebagai orang miskin
dicurigai membawa bom. Saya lihat dari atas. Itu masalah strata, kalau
antum datang pakai jas dan dasi tidak ada yang periksa antum di situ,
karena yang datang pakai ransel tampang kumuh. Kemudian mereka bertanya di
mana antum ustadz, saya bilang antum tunggu saja di situ. Saya dekat
dengan mereka tapi mereka tidak melihat, saya hanya memperhatikan apa yang
mereka lakukan. Kira-kira 2 jam mereka saya suruh di situ, mondar-mandir
di lobby. Minggu depan saya tanya apa yang antum lihat disana. Orang lalu
lalang, jawab mereka.Saya tanya, pertama, apakah ada satu orang yang lalu
lalang yang antum lihat yang mukanya jelek, dia bilang tidak ada. Semuanya
ganteng-ganteng semuanya cantik-cantik. Jadi ada korelasi antara wajah dan
kekayaan, Makin kaya seseorang makin baik wajahnya. Kedua, ada tidak yang
memakai pakaian yang tidak rapi kecuali antum. Dia bilang tidak ada,
semuanya rapi.
Jadi dengan latihan seperti ini pikirannya sedikit mulai terbuka. Karena
ia membawa bibit dalam pikirannya untuk menjadi orang miskin. Sekarang
alhamdulillah mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah di Ul ambil S2
Ekonomi Islam.Ikhwah sekalian jadi kita perbaiki insting kita. Pertama
kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi hadirkan buku-buku itu ke dalam
rumah dan mulai dari sekarang anak-anak kita juga mulai diajari tentang
uang. Ikutilah kursus-kursus tentang enterpreneurship supaya kita dapat
memperbaiki dulu citra kita tentang uang.Kedua, menyiapkan diri untuk
menjadi kaya. Orang-orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat yang
bagus, mereka mengatakan "sebelum Anda menjadi kaya latihanlah terlebih
dahulu menjadi kaya". Hiduplah dengan hidup gaya orang kaya. Orang kaya
itu optimis.
Bagi orang kaya biasanya tidak ada yang susah. Bagi mereka semuanya
mungkin, karena itu mereka selalu optimis. Jadi yang harus dihilangkan
dari kita itu adalah pesimis. Saya punya seorang teman sekarang menjadi
kaya, dia datang ke Jakarta hanya sebagai pelatih karate dan tidak ada
duitnya, tapi supaya tidak ketahuan oleh istrinya bahwa dia tidak punya
pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia pergi lari olahraga, setelah itu
dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah. Dia juga tidak tahu mau kemana
yang penting ke luar rumah. Istrinya tidak tahu kalau dia tidak punya
pekerjaan. Nanti di jalan baru ditentukan siapa yang dia temui hari
ini.Langkah pertama perbaiki dahulu sirkulasi darah kita, olahraga dulu,
supaya wajah segar makan yang banyak. Banyaklah makan yang enak, daging.
Sering-sering makan yang enak. Menurut Utsman bin Affan makanan paling
enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan kambing muda. Makan
yang enak, olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri.
Syeikh Muhammad Al-Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa
orang-orang Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus,
gizinya bagus. Sedangkan kita orang-orang timur kalau ketemu itu auranya
pesimis, tidak ada harapan. Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada
harapan yang terlihat, makanya kalau pilih warna baju pilihlah yang
cerah-cerah, Ibnu Taimiyah mengatakan ada hubungan antara madzhab dan
batin kita, pakaian apa yang kita pakai itu mempengaruhi kondisi kejiwaan
kita. Jangan pakai pakaian orang tua. Ada anak umur 25 tahun pakaiannya
pakaian orang tua, bagaimana nanti kalau umurnya 50 tahun pakaiannya
seperti apa. Tampillah sebagai anak muda. Cukur rambut yang bagus, cukur
kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita kelihatan ada
optimisms.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com